Sistem Bilangan Dan Konversi Bilangan

 Halo para readers, I'am comebackk!!!



Dengan comebacknya aku disini, aku akan menjelaskan tentang Sistem Bilangan, Jenis-jenis bilangan dan konversi bilangan. So guys stay tune disini yaa!!


Pengertian Sistem Bilangan

Sistem bilangan adalah cara untuk menggambarkan dan mewakili kuantitas atau jumlah. Dalam sistem bilangan, terdapat simbol-simbol atau angka-angka yang digunakan untuk mewakili jumlah tertentu. Setiap simbol atau angka dalam sistem bilangan memiliki nilai atau bobot tertentu. Dengan menggunakan simbol-simbol ini, kita dapat melakukan operasi matematika dan menggambarkan hubungan antara berbagai jumlah.

Jenis-Jenis pada Sistem Bilangan

1.Sistem Bilangan Desimal (Basis 10)

Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangan yang paling umum digunakan di kehidupan sehari-hari. Sistem ini menggunakan basis 10, artinya terdiri dari 10 simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Setiap angka dalam sistem desimal memiliki nilai yang berbeda tergantung pada posisinya. Misalnya, angka 1234 dalam sistem desimal dapat diartikan sebagai 1 ribu, 2 ratus, 3 puluh, dan 4 satuan.

2.Sistem Bilangan Biner (Basis 2)

Sistem bilangan biner adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 2. Sistem ini hanya menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Angka dalam sistem biner dihitung dengan menggunakan eksponen dari 2. Misalnya, angka biner 101 dapat diartikan sebagai 1 kali 2 pangkat 2, ditambah 0 kali 2 pangkat 1, ditambah 1 kali 2 pangkat 0, yang sama dengan 5 dalam sistem desimal.

3.Sistem Bilangan Oktal (Basis 8)

Sistem bilangan oktal adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 8. Sistem ini menggunakan delapan simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Angka dalam sistem oktal dihitung dengan menggunakan eksponen dari 8. Misalnya, angka oktal 75 dapat diartikan sebagai 7 kali 8 pangkat 1, ditambah 5 kali 8 pangkat 0, yang sama dengan 61 dalam sistem desimal.

4.Sistem Bilangan Hexadesimal (Basis 16)

Sistem bilangan heksadesimal adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 16. Sistem ini menggunakan 16 simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F. Simbol A hingga F digunakan untuk mewakili angka 10 hingga 15. Angka dalam sistem heksadesimal dihitung dengan menggunakan eksponen dari 16. Misalnya, angka heksadesimal 3F dapat diartikan sebagai 3 kali 16 pangkat 1, ditambah 15 kali 16 pangkat 0, yang sama dengan 63 dalam sistem desimal.


Konversi Bilangan 

* Cara untuk konversi Biner ke Desimal :
  1. Tulis bilangan biner (0 atau 1)
  2. Setiap digit biner dikalikan dengan 2, dimulai dari posisi digit kanan
  3. Jumlahkan semua hasil perkalian tersebut

Contoh : 

10111 : 
(1x2^4) + (0x2^3) +(1x2^2) + (1x2^1) + (1x2^0)
   (16)    +    (0)      +     (4)    +    (2)      +    (1)    = 23
Jadi, 10111 adalah = 23



* Cara untuk konversi Desimal ke Biner : 
  1. Bagi bilangan desimal dengan 2
  2. Sisa pembagian (0 dan 1)
  3. Ambil sisa hasil bagi dari bawah ke atas 
Contoh :

45 
45/2 = 22 sisa 1
22/2 = 11 sisa 0 
11/2 = 5 sisa 1
5/2 = 2 sisa 1
2/2 = 1 sisa 0
Hasil : 011101




0 komentar