IP ADDRESS, JENIS-JENIS IP ADDRESS, DAN SUBNET MASK

 Pengertian Alamat Ip 

Ip adalah singkatan dari Internet Protocol, atau dalam bahasa Indonesia berarti Protokol Internet. Jadi, IP address atau internet protocol address adalah alamat protokol internet (alamat IP) yang mengidentifikasi segala perangkat yang terhubung ke jaringan, baik jaringan internet pada umumnya maupun lokal.


Jenis-Jenis Ip Address 

Versi IP address dibagi menjadi dua, yaitu IPv4 dan IPv6. Kemudian, IP address konsumen juga dibagi ke dalam empat jenis, yaitu privat, publik, dinamis, dan statis. Selain itu, ada juga dua jenis IP address website, yaitu shared (bersama) dan dedicated (khusus). Di bawah ini, kami akan menjelaskan setiap jenis-jenis IP secara lebih mendetail.

  • IPv4
IPv4 adalah alamat IP yang paling umum digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255. Kepanjangan IPv4 yaitu Internet Protocol version 4. Dengan kemungkinan ini, bisa disimpulkan bahwa saat ini ada sekitar 4,3 miliar alamat IPv4 yang berbeda di seluruh dunia.

Contoh IPv4 adalah seperti berikut:

169.89.131.246
192.0. 2.146
01.102.103.104
Karena merupakan yang paling banyak digunakan, saat ini hampir semua sistem pasti bisa menangani routing IPv4 tanpa masalah. Selain itu, alamat IPv4 mendukung mayoritas topologi jaringan karena prefiksnya yang sederhana. Data dalam address packet IPv4 juga dienkripsi dengan baik untuk memastikan komunikasi yang aman antar jaringan.


  • IPv6
IPv6 adalah versi IP address yang lebih baru dari IPv4, dimaksudkan untuk menggantikan IPv4 karena variasi IPv4 yang kini mulai terbatas. Kalau IPv4 memiliki panjang 32 bit, panjang IPv6 mencapai 128 bit. Artinya, ada sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya ada 66!) alamat IPv6 yang berbeda. IPv6 ditulis dalam rangkaian digit heksadesimal 16 bit dan huruf, dipisahkan oleh titik dua. Jadi, pada jenis IP address ini, Anda akan menjumpai huruf dari A sampai F.

Berikut adalah contoh IPv6:

2001:3FFE:9D38:FE75:A95A:1C48:50DF:6AB8
2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
2001:db8:3333:4444:CCCC:DDDD:EEEE:FFFF
Dengan IPv6, routing akan menjadi lebih efisien karena memungkinkan penyedia layanan internet meminimalkan ukuran tabel routing. IPv6 juga menggunakan Internet Protocol Security (IPsec), jadi Anda tidak perlu cemas dengan autentikasi, kerahasiaan, dan integritas data.

Terlebih lagi, IPv6 tidak memiliki IP checksum sehingga pemrosesan packet menjadi lebih efisien, dan mendukung multicast. Hasilnya, transmisi data pun bisa dikirim ke beberapa tujuan sekaligus sehingga akan menghemat bandwidth jaringan.

  • Private IP
IP private adalah jenis IP address yang digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan lokal, misalnya melalui Bluetooth atau LAN. Perangkat seperti laptop, handphone, atau komputer yang dilengkapi Bluetooth dan bisa terhubung ke jaringan lokal memiliki IP private sendiri. Jadi, jenis IP address ini tidak bisa digunakan untuk jaringan internet. Versi IP ini tersedia gratis untuk digunakan.

  • Public IP
IP public adalah jenis IP address publik yang digunakan untuk berkomunikasi di luar jaringan lokal dan terhubung ke internet. Berkebalikan dengan private IP address, IP address publik tidak tersedia gratis karena diberikan dan dikontrol oleh penyedia layanan internet (ISP).

  • Alamat IP Statis
Static IP atau Alamat IP statis adalah kebalikan dari jenis IP dinamis, dengan rangkaian angka yang tetap dan tidak berganti-ganti. Jenis protokol ini akan tetap sama, kecuali ada perubahan pada administrasi jaringan. Pengguna akhir umumnya tidak memerlukan alamat ini. Namun, jenis IP ini diperlukan untuk perangkat yang memerlukan akses tetap, atau jika Anda sering terhubung ke jaringan pribadi.

Contohnya, perangkat seperti printer bersama harus memiliki static IP agar orang-orang di kantor bisa terhubung dengan mudah untuk menggunakannya. Selain itu, perusahaan web hosting memerlukan IP statis karena klien memerlukan akses tetap ke web server dan email mereka. Jadi, ini akan mempermudah permintaan untuk menuju IP address yang benar melalui Domain Name System (DNS).

  • Shared IP Address
Shared IP address atau alamat IP bersama adalah IP address yang digunakan bersama-sama di antara beberapa nama domain. Nah, alamat IP ini ditujukan bagi user yang menggunakan resource jaringan dan hardware server bersama-sama dengan orang lain. 

Karena Anda bukanlah satu-satunya yang menggunakan IP address ini, akan lebih mudah untuk mengatur trafik dan volume agar tetap konsisten. Tindakan ini juga akan membantu menjaga reputasi alamat IP dengan ISP penerima. Keuntungan lain dari Shared IP adalah biayanya yang relatif rendah.

  • Dedicated IP Address
Dedicated IP address atau alamat IP khusus berarti domain tersebut diberikan ke IP address yang tidak digunakan bersama-sama dengan pemilik website lain. Keuntungannya adalah, Anda bisa mendapatkan sertifikat SSL dengan lebih mudah menggunakan IP address ini.

Website Anda juga bisa diakses dengan IP address-nya saja, bukan hanya nama domain. Selanjutnya, Anda bebas menjalankan server File Transfer Protocol (FTP) Anda.


Bagaimana Cara Alamat IP Didisribusikan? 

Setiap perangkat diberi alamat IP yang berbeda-beda tergantung pada jaringan tempatnya terhubung. Selain itu, cara penetapan IP address juga berbeda-beda menurut jenisnya. Di bawah ini, kami menjelaskan proses penetapan IP menurut jenisnya. 

  • Private IP Address  
IP private ditetapkan ke perangkat oleh router melalui Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Atau, IP address ini bisa diatur secara manual setelah perangkat berkomunikasi satu sama lain melalu router. 

  • Public IP Address

IP public ditetapkan ke perangkat oleh penyedia layanan internet (ISP). Aktivitas internet akan melewati ISP, kemudian dialihkan kembali ke perangkat menggunakan public IP Address. 

  • Alamat IP Dinamis 
Di jaringan lokal, IP dinamis biasanya ditetapkan oleh router jaringan. Untuk jaringan yang terhubung ke internet, ISP menetapkan IP Address dinamis ke komputer kliennya. 

  • Alamat IP Statis
Jika tidak ingin router menetapkan IP address yang berbeda setiap kali anda terhubung ke jaringan lokal, atur IP statis di perangkat anda. Untuk melakukannya, anda bisa membuka pengaturan jaringan OS yang digunakan atau halaman konfigurasi router.

Ancaman keamanan terkait Alamat IP satu hal yang perlu diingat, selalu lindungi IP address anda dan jangan membagikannya dengan siapa pun. Kalau alamat IP sampai diketahui hacker atau penjahat dunia maya, anda bisa berada dalam bahaya. 

Jadi, IP Address adalah 

Internet Protocol Address atau alamat IP adalah serangkaian angka unik yang mengidentifikasi komputer atau perangkat dalam jaringan. Versi IP Address yang paling umum digunakan adalah IPv4, sedangkan penggantinya adalah IPv6. Selain kedua protokol ini, ada juga IP Address publik dan pribadi (private), yang bisa berupa IP address dinamis dan statis. 

Umumnya, IP address dinamis lebih disukai daripada IP address statis karena lebih aman. Namun, IP statis mungkin diperlukan apabila orang-orang memerlukan akses tetap ke sebuah perangkat, misalnya printer. 



Subnet Mask 

Subnet mask memiliki kaitan erat dengan alamat IP. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai subnet mask, berikut penjelasan singkat mengenai IP address. 
Setiap device yang terhubung dengan jaringan internet akan menerima alamat IP yang berbeda-beda. 
Alamat IP terdiri dari dua bagian, yaitu bagian klien atau host dan bagian server atau network. Alamat IP host mengidentifikasi perangkat yang digunakan, sedangkan IP server mengidentifikasi keseluruhan jaringan.

Karena jaringan komputer sangatlah luas, diperlukan proses untuk membaginya ke bagian lebih kecil (subnet). Proses itu dinamakan subnetting.Namun subnetting hanya bisa berfungsi dengan bantuan subnet mask. Subnet mask adalah nomor dengan panjang 32 bit yang membedakan setiap alamat yang digunakan dalam IP address. 

Jadi dengan subnet mask, jaringan internet bisa membedakan mana bagian yang termasuk dalam IP host dan mana bagian untuk IP server. Jika dianalogikan, IP address dan subnet mask seperti mengirim paket ke alamat tertentu. Misalnya David mengirim paket untuk temannya Brandon. Alih-alih mengirim paket ke rumahnya, ia justru mengirim ke kantor tempat Brandon bekerja. 


Ketika paket tersebut sampai, staff administrasi kantor Brandon menyortir paket dan surat yang masuk berdasarkan departemen untuk mengurangi kesalahan. Katakanlah Brandon bekerja di departemen HR, maka paket Brandon digabungkan dengan paket lain untuk karyawan HR. Setelah itu barulah paket tersebut sampai ke Brandon. Dari analogi di atas, David merepresentasikan IP address, paket sebagai data, departemen HR sebagai subnet mask, dan Brandon sebagai device tertentu. 

Fungsi Subnet Mask
Melakukan subnetting memiliki berbagai manfaat, salah satunya adalah pengiriman data yang lebih cepat, tepat, dan terorganisasi. 

Berikut fungsi subnet mask dirangkum dari berbagai sumber:
  • Rute pengiriman data lebih efisien
  • Mengurangi volume pertukaran data dan lalu lintas jaringan, sehingga meningkatkan kinerja dan kecepatan jaringan secara keseluruhan.
  • Keamanan jaringan lebih terjaga, dan mencegah seluruh jaringan terkena serangan siber. 
  • Memperluas penggunaan alamat IPv4, karena subnetting membuat satu jaringan IP bisa memiliki beberapa alamat IP.

Apakah Subnetting Cocok untuk Semua IP Address?
IP address dibagi menjadi lima jaringan kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Namun kelas D dan E memiliki fungsi lain, sehingga subnetting hanya bisa digunakan pada IP address kelas A hingga C. 

Setiap kelas memiliki default subnet mask yang berbeda, seperti pada tabel di bawah ini.

Subnet mask default mendeskripsikan berapa banyak oktet (baris bilangan) yang digunakan pada jaringan tersebut. 
  • Pada kelas A, oktet pertamanya (255) adalah subnet mask, dan tiga oktet sisanya (0.0.0) dibagi menjadi subnet sesuai kebutuhan. 
  • Pada kelas B, subnet mask ada pada oktet pertama dan kedua, dan dua oktet sisanya dengan panjang 16 bit untuk subnet. 
  • Pada kelas C, oktet pertama hingga ketiga adalah subnet, dan satu oktet dengan panjang 8 bit untuk subnet. 

Subnet mask default juga bisa memberitahu jumlah dan jenis alamat IP dari jaringan tertentu. Misalnya IP address-nya adalah 10.45.21.0, maka berdasarkan jumlah oktetnya IP address ini termasuk kelas C dengan subnet mask 255.255.255.0. 
Maka, IP host-nya berada pada rentang 10.45.21.0–10.45.21.255.



Sumber :
https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-ip-address
https://revou.co/kosakata/subnet-mask







0 komentar