Kali ini saya akan membahas lebih lanjut penggunaan Cisco, pada artikel blog sebelumnya saya sudah membahas bagaimana cara kita membuat topologi VLAN hingga Trunking sesama VLAN. Nah kali ini saya akan membahas bagaimana konsep dasar dari inter-VLAN hingga bagaimana penerapannya. YUKK SIMAKK!!!
Langkah pertama, kita siapkan topologi VLAN terlebih dahulu, yang terbagi menjadi 2 bagian, yakni VLAN 100 dan 200. Disini saya menggunakan Router tipe 1941, jika teman-teman ingin menggunakan tipe selain itu juga boleh boleh saja. Lalu saya menggunakan Switch tipe 2960-24TT. Tiap VLAN terdapat tiga perangkat akhir atau end devices. Bebas, kalau mau 1000 perangkat pun bisa, GILAA YANG BENER AJE. Berikut gambaran topologi VLAN saya:
Detail VLAN:
VLAN 100 (MAHASISWA)
- NILA dengan IP address 192.168.1.10
- DILA dengan IP address 192.168.1.11
- AKBAR dengan IP address 192.168.1.12
Default Gateway: 192.168.1.1
VLAN 200 (DOSEN)
- PAK ROY dengan IP address 192.168.2.4
- BU DIDDA dengan IP address 192.168.2.5
- BU FENNY dengan IP address 192.168.2.6
Default Gateway: 192.168.2.1
Langkah kedua, Kita sambungkan kabel terlebih dahulu, Mulai dari Router port gigabitEthernet 0/0 ke Switch dengan port fastEthernet 0/1. Lalu sambungkan dari Switch ke perangkat bagian VLAN 100 disini saya memilih urutan port fastEthernet 0/4 hingga 0/6 sedangkan untuk perangkat bagian VLAN 200 saya memilih urutan port fastEthernet 0/10 hingga 0/12.
Detail port:
Router >< Switch
gigabitEthernet 0/0 >< fastEthernet 0/1
VLAN 100
NILA - Port fastEthernet0/4
DILA - Port fastEthernet0/5
AKBAR - Port fastEthernet0/6
VLAN 200
PAK ROY - Port fastEthernet0/10
PAK DARPI - Port fastEthernet0/11
BU FENNY - Port fastEthernet0/12
Langkah ketiga, kita masukkan IP address tiap perangkat sesuai kriteria VLAN. Mulai dari perangkat NILA kita masukkan IP address 192.168.1.10 dengan subnet mask 255.255.255.0 Lalu masukkan juga IP address pada perangkat bagian VLAN 200 Flix mulai dari perangkat PAK ROY kita masukkan IP address 192.168.2.4 dengan subnet mask 255.255.255.0 lalu masukkan Default Gateway karena ini perangkat VLAN 200 jadi kita masukkan 192.168.2.1. Lakukan hal yang serupa pada tiap perangkat VLAN 200.
Langkah keempat, setelah set IP address kita lanjut ke set VLAN. Pertama kita masuk ke perangkat Switch terlebih dahulu lalu pilih menu CLI, lalu set nama VLAN terlebih dahulu sesuai detail VLAN sebelumnya. Berikut perintahnya:
Switch>en
Switch # config terminal
Switch (config) # vlan 100
Switch (config-vlan) # name MAHASISWA
Switch (config-vlan) # exit
Switch (config) # vlan 200
Switch (config-vlan) # name DOSEN
Switch (config-vlan) #exit
Switch (config) #
Langkah kelima, kemudian kita assign port masing-masing perangkat ke tiap VLAN, pertama kita assign perangkat VLAN 100 terlebih dahulu mulai dari perangkat dengan port fastEthernet 0/4 sampai 0/6 masukkan ke VLAN 100 sedangkan untuk perangkat dengan port fastEthernet 0/10 sampai 0/12 masukkan ke VLAN 200. Berikut perintahnya:
VLAN 100
Switch (config) # int range fa 0/4-6
Switch (config-if-range) # switchport mode access
Switch (config-if-range) # switchport access vlan 100
Switch (config-if-range) # exit
VLAN 200
Switch (config) # int range fa 0/10-12
Switch (config-if-range) # switchport mode access
Switch (config-if-range) # switchport access vlan 200
Switch (config-if-range) # exit
Dan seterusnya, gunakan range agar mempersingkat assign port. Jika teman-teman sudah baca postingan artikel sebelumnya pasti perintah ini sudah diluar kepala.
Langkah keenam, EITSS langkah ini masih segar nih Flix sudah bahas di postingan sebelumnya pada minggu lalu, tebak apa yohh? Yapss, TRUNKING! Nah caranya gampang teman-teman, kita masuk ke config terlebih dahulu lalu kita assign port switch fastEthernet 0/1 (tergantung port dari Switch ke Router) kemudian ketik perintah Switchport mode trunk. Lalu tekan Enter setelah itu Exit.
Langkah ketujuh, nahh ini adalah perangkat utama yang harus kita atur agar inter-VLAN berjalan. Pertama kita masuk ke perangkat Router lalu pilih menu CLI, kemudian ketikan perintah berikut:
Router>en
Router#conf t
Router (config) # interfaces gigabitEthernet 0/0
Router (config-if) # no shutdown
Lalu tekan Enter, kemudian akan muncul tampilan berikut:
Setelah itu kita assign port gigabitEthernet 0/0 ke VLAN 100 dengan perintah berikut:
Router (config-if) # interfaces gigabitEthernet 0/0.100
Lalu jika berhasil, sistem akan menampilkan proses UPDOWN. Dan Router otomatis masuk ke mode config-subif.
Tidak sampai disitu saja, selanjutnya yakni kita harus memasukkan default gateway ke tiap VLAN. Pertama kita masukkan default Gateway ke VLAN 100. Dengan perintah berikut:
Router (config-subif) # encapsulation dot1Q 100
Router (config-subif) # IP address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router (config-subif) #exit
Lalu atur juga untuk VLAN 200 sesuai Default Gateway VLAN, Mulai dari interfaces gigabitEthernet dulu lalu masuk ke perintah encapsulation Default Gateway.
Note: Gig0/0 adalah port yang tersambung dari Route
Langkah terakhir, penentu berhasil atau tidaknya inter-VLAN yakni dengan tes ping IP address kita ke IP address lain, disini Flix mencoba ping dari IP address (NILA) 192.168.1.10 dari VLAN 100 ke IP address (PAK ROY) 192.168.2.4 dari VLAN 200.
Berikut hasilnya:
YEAYYY, berhasil! ALHAMDULILLAH, Akhirnya inter-VLAN sudah work ya teman-teman.Sekian dari saya jika ada yg kurang dipahami bisa ditanyakan di kolom komentar yaaww,babayyyy